Dishub Lampura Periksa Kendaraan Penumpang Luar Wilayah, Petugas Puskes Takpunya APD dan Alat Pemeriksa Suhu Tubuh

Lampung Utara (SL)-Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara melakukan pemeriksaan dan penyemprotan disinfektan bagi para pendatang yang berasal dari luar daerah di tempat pemberhentian kendaraan Terminal tipe B Simpangpropau, Kecamatan Abung Selatan, Rabu, 1 April 2020.

Hal ini dilakukan bagi para penumpang bus yang luar provinsi guna menghambat penyebaran virus Covid-19. “Hari ini, Rabu 1 April, kami dibantu dengan Dinas Perhubungan Provinsi untuk melaksanakan monitoring sekaligus pendataan. Namun sayangnya, tenaga medis dari Puskesmas Kalibalangan tidak membawa alat pendeteksi suhu tubuh dan tidak mengenakan APD,” kata Kadishub Lampura, Basirun Ali, kepada wartawan.

Menurut Basirun Ali pelaksanaan kegiatan dimaksud, pihaknya sudah memberi kabar sebelumnya pada petugas medis setempat. Sehingga, pihaknya menyesalkan hal tersebut bisa terjadi. “Kami kan sudah memberi tahu kegiatan ini jauh hari sebelum pelaksanaan. Seharusnya, mereka siap. Tapi untungnya ada petugas dari provinsi yang membawa alat yang dibutuhkan dan digunakan dalam kegiatan ini. Kami berharap ke depannya hal seperti ini tidak terulang kembali,” sesal Basirun.

Selain melakukan pemeriksaan penumpang dan penyemprotan cairan disinfektan di kendaraan, pihaknya juga melakukan pendataan warga yang datang dari luar daerah. “Pendataan dilakukan di beberapa titik poll bus sejak kemarin, (Selasa, 31 Maret 2020.red) di antaranya di poll Rosalia di Desa Candimas, poll bus di Desa Sinarjaya, Bumiraya, dan juga di Bukitkemuning,” katanya.

Dirinya menambahkan, pendataan ini dilakukan sesuai instruksi pemerintah. “Dan berdasarkan hasil pemantauan hari ini, banyak warga berdatangan dari Pulau jawa karena perusahaan tempatnya bekerja diliburkan. Inilah yang menjadi perhatian kita, khususnya warga yang berasal dari wilayah zona merah endemik Corona,” terang Basirun Ali.

Setelah melaksanakan pendataan, jelas Basirun, pihaknya akan melaporkan kegiatan itu kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Lampura. “Ini akan berlanjut sampai beberapa hari ke depan, sebagai tindak lanjut dan instruksi pimpinan. Mulai dari pusat, provinsi sampai di daerah dengan menerapkan protap dan protokol kesehatan yang ada guna mengantisipasi penyebaran corona di nusantara,” tambahnya.

Alat Hilang di Puskesmas

Petugas medis Puskesmas Abung Selatan, Nina, mengakui, pihaknya tidak membawa alat pendeteksi suhu tubuh yang digunakan sesuai anjuran. Yakni Thermogun karena sampai saat ini keberadaannya tidak tahu ada di mana. Sehingga, ia hanya membawa alat seadanya. “Sebenarnya alat itu hilang, Pak. sehingga tidak ada yang kami bawa meski penting. Tapi kalau tak ada, ya mau bagaimana,” keluh Nina, kepada wartawan di lokasi.

Terpisah, Kepala Puskesmas Kalibalangan, dr. Sri, membenarkan, jika alat Thermogun hilang di Puskesmas sejak dua minggu yang lalu. “Ya, Pak. Alat pengukur suhu tubuh hilang dua minggu yang lalu. Sedangkan yang satunya lagi rusak karena dipakai terus,” ujar dr. Sri.

Sementara itu, salah satu penumpang asal Kota Kediri, Jawa Timur, Fadilah, yang menuju Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, mengatakan, dirinya sangat setuju upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk mendata para warga yang pulang dari rantauan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Ya, saya sangat setuju sekali upaya ini. Lebih baik mencegah daripada memgobati kan, Mas,” ucap Fadilah, wanita cantik yang sedang menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas ternama di Kota Kediri. (ardi)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *