Kota Metro (SL) – Pemilik Taman Punden Mulyosari, Marsono, sambut baik ide brilian Frizt Akhmad Nuzir tentang penerapan konsep “Edu-Eco Park” di Kota Metro. Konsep tersebut dianggap penting terutama bagi petani dalam pengoptimalan lahan. Terlebih di Indonesia, konsep ini jarang diterapkan.
Pengoptimalan lahan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pemberdayaan beragam potensi di bidang pertanian. Sejalan dengan konsep tersebut, Metro yang merupakan salah satu kota di Provinsi Lampung memiliki lahan yang berpotensi menerapkan konsep ini.
Untuk merealisasikan konsep fantastis tersebut, Fritzs Akhmad Nuzir salah satu pemerhati bidang pertanian tertarik untuk mengupas secara tuntas dan tertantang untuk menawarkan konsep Edu-Eco Park untuk diterapkan di Kota Metro, khususnya kepada petani penggarap.
Konsep ini penting karena dapat menjaga kualitas air tanah dan memberdayakan lahan dengan menanam berbagai jenis tanaman mulai dari padi dan jenis tanaman holtikultura serta memanfaatkan berbagai jenis hewan seperti ikan.
Fran sapaan akrabnya yakin penerapan Edu-Eco Park bisa memecah kebuntuan dan inovasi para petani penggarap atas segala persoalan dalam memberdayakan lahan. Bahkan, jika program ini ditiru oleh petani penggarap lainnya di Kota Metro, prospek ke depannya pemanfaatan lahan dengan budidaya tanaman holtikultura akan menjadi wahana wisata.
Diinformasikan bahwa, pada Sabtu 8 Februari 2020 sekitar pukul 09.00 wib, akan digelar Peluncuran Agrowisata Taman Punden Mulyosari dan Sarasehan Edu Eco Park dengan tema “Pertanian Organik, Edukasi, dan Wisata Berbasis Lingkungan” di kelurahan Mulyosari 16 A, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro.
Kegiatan ini selain sarasehan juga akan dilakukan pendidikan dan teknik menanam padi, cara beternak ikan (jenis lele, red) dan memanfaatkan lahan menjadi taman dengan memberi sentuhan tanaman bunga warna-warni. Sasaran atau objek kegiatan ini selain petani penggarap, juga akan diterapkan kepada para masyarakat awam dan siswa sekolah. (Red/Tama)
Tinggalkan Balasan