Keluarga Minta Polisi Mengungkap Dalang Pembunuhan Ketua LSM Bidik Sumatera Selatan Yongki Ariansyah Yang Dibantai di Ogan Ilir

Palembang, sinarlampung.co-Kasus kematian Ketua LSM Bidik Sumatera Selatan, Yongki Ariansyah (36), Warga Kelampadu, Kecamata Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ditemukan tewas bersimbah darah, di Jalan arah Balai Beni Ikan (BBI) Tanjung Putus, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu 19 Oktober 2024 sekira pukul 12.30 WIB siang, masih misteri.

Mastinah, orang tua Yongki meminta keadilan atas pembunuhan terhadap anaknya. Sebab hingga saat ini, kasus pembunuhan terhadap Yongki Ariansyah belum menunjukkan progres signifikan. Belakangan, polisi telah menetapkan seorang tersangka, namun gerombolan pembunuhan hingga kini belum ditangkap.

Lambannya penuntasan penyelidikan perkara pembunuhan ini membuat orang tua Yongki kecewa. Mastinah, mengunggah video permohonan agar keadilan ditegakkan. “Yang terhormat, Bapak Presiden dan Wakil Presiden, Bapak Hotman Paris, Bapak Kapolda Sumatera Selatan, saya orang tua Yongki Ariansyah korban pembunuhan,” kata Mastinah pada video yang diterima wartawan, Jumat 22 November 2024.

Wanita paruh baya tersebut menuturkan, dia mendapat informasi bahwa keterangan saksi mata pada pembunuhan Yongki justru memberatkan korban. “Entah saksi diitimidasi atau bekerjasama dengan pelaku pembunuhan. Keterangan saksi di hari kejadian, pelaku ada tujuh orang. Tapi waktu BAP (Berita Acara Pemeriksaan) jadi dua orang,” ungkap Mastinah.

Mastiah menduga pembunuhan ini sudah direncanakan karena mobil Yongki diadang alat berat sebelum peristiwa tersebut. Keluarga Yongki mempertanyakan status operator alat berat yang tak kunjung ditetapkan tersangka. “Tolong ungkap kasus ini, Pak. Siapa dalang di balik pembunuhan ini. Karena semua proses hanya berdasarkan keterangan dari BAP saja. Kejadian (di TKP) tidak menjadi pedoman untuk penyelidikan lebih detil,” tutur Mastinah.

“Mungkin karena kami tidak ada duit untuk mengasih uang jalan (untuk proses penyelidikan), yang diambil (keterangan) hanya berdasarkan BAP saja. Besar harapan kami mendapatkan keadilan untuk almarhum anak kami,” ucapnya.

Sudah Ada Tersangka

Sementara Polisi masih mengusut kasus tewasnya aktivis LSM di Ogan Ilir, Sumatera Selatan bernama Yongki Ariansyah yang dikeroyok segerombolan orang di jalan. Satu orang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Namun para pelaku pembunuhan lainnya hingga kini belum ditangkap dan masih diburu keberadaannya.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, polisi sedang berupaya mengusut tuntas perkara pembunuhan ini. “Kami akan ungkap perkara ini dengan seterang-terangnya. Dijamin tidak ada yang ditutupi,” kata Bagus, November 2024.

Bagus menerangkan, perkara ini sedang tahap penyidikan. Adapun seorang tersangka inisial R disangkakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan perkara ini telah dilimpahkan ke Polda Sumatera Selatan. Tersangka sebelumnya dirawat di salah satu rumah sakit di Palembang. Kini tersangka telah pulih dan menjalani penahanan untuk proses hukum selanjutnya. Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi yang diduga kuat mengetahui kronologi pembunuhan.

Petunjuk lainnya yang dihimpun polisi yakni senjata api rakitan (senpira) milik korban yang ditemukan di TKP pembunuhan. Yongki yang tewas dibunuh segerombolan orang pada pertengahan Oktober lalu, justru dilaporkan atas perkara penganiayaan.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan, tindak lanjut perkara ini masih terus berlanjut, dan memastikan perkara ini akan diproses hinga tuntas. “Masih berproses mengumpulkan alat bukti secara maksimal. Nanti kalau sudah lengkap, baru kita akan gelar perkarakan dulu,” kata Anwar.

Diserang Enam Orang Bersenjata Tajam

Sebelumnya Ketua LSM Bidik Sumatera Selatan, Yongki Ariansyah (36), Warga Kelampadu, Kecamata Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ditemukan tewas bersimbah darah, di Jalan arah Balai Beni Ikan (BBI) Tanjung Putus, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu 19 Oktober 2024 sekira pukul 12.30 WIB siang.

Korban mengalami luka tusukan beberapa lubang di bagian perut, dada, dan bagian belakangnya. Korban terkapar di jalan menuju Balai Beni Ikan atau BBI Tanjung Putus, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, sementara dua rekannya kabur saat mereka dihadang.

Iwan, rekan korban mengatakan dia bersama Yongki, datang ke BBI untuk mengambil bibit ikan pada Sabtu 19 Oktober 2024 siang. “Saat pulang, kendaraan kami diadang operator alat berat. Katanya ada orang yang mau bicara sama korban,” ungkap Iwan.

Tak lama kemudian, datang segerombolan orang tak dikenal mengendarai sepeda motor menghampiri kendaraan korban. “Orang-orang itu pakai helm, bawa pisau semua. Mereka menusuk korban berkali-kali, saya juga hampir mau dipukul pelaku,” terang Iwan.

Korban mengalami luka di sekujur tubuh diantaranya dahi, leher, pundak, paha, perut dan punggung, meninggal dunia saat diberi pertolongan di rumah sakit daerah tanjung senai. Menurut Dokter RSUD Ogan Ilir, Dr. Agung, banyak luka tusuk di punggung korban. “Ada belasan luka tusuk,” terang Agung.

Saksi lain, Mian teman korban mengaku, dirinya bersama satu teman lainnya dan korban habis mengambil bibit ikan di BBI Tanjung Putus. Mereka membawa dua kendaraan, satu kendaraan pribadi yang ditumpangi korban, dan satu mobil pick up yang ditumpangi dirinya dan temannya. “Mobil kami dicegat sebanyak 6 orang, mereka semua membawa senjata, kami kabur, pak Yongki langsung diserang mereka,” ungkapnya ditemui di RSUD Kabupaten Ogan Ilir.

Setelah menghabisi nyawa korbannya, para pelaku kabur menggunakan sepeda motor. “Kami juga sempat mau ditikam, itulah kami kabur, kalau tidak kabur, kami pasti jadi sasaran juga,” katanya.

Melihat Yongki bersimbah darah, mereka pun membawa korban ke RSUD Umum Tanjung Senai. “Kami gak tahu masih ada nyawa atau tidak pas di TKP, pikiran kami langsung bawa aja ke Rumah Sakit, biar segera ditangani,” ujarnya.

Lima Orang Diperiksa

Lima orang diperiksa atas kasus pembunuhan Yongki Ariyanto. Mereka dua rekan korban yang bersama dia saat datang ke lokasi Balai Benih Indralaya (BBI), satu orang operator alat berat yang diduga menghadang mobil Yongki. Kemudian satu orang pekerja proyek DNA dan dua orang pegawai Dinas Perikanan Pemkab Ogan Ilir yang juga berada di lokasi Balai Benih tersebut.

Informasi lain menyebutkan Yongki sempat melawan dan melukai salah satu pelaku sebelum kabur. Yongki meninggalkan 2 istri dan empat orang anak. Sebelum persitiwa naas itu, korban sempat menyebutkan nama seseorang yang melakukan mengancamnya sebelum peristiwa pembunuhan.

Aktivis Sumatera Selatan meminta polisi menyelidiki nama orang tersebut karena diduga kuat sebagai pihak yang terlibat dalam pembunuhan Yongki. “Kami minta polisi segera meringkus para pelaku secepatnya. Dan juga meringkus dalang pembunuhan ini karena kami yakin ada yang menyuruh pelaku,” kata Sukma.

Banyak Kasus Tak Terungkap di Ogan Ilir

Sejumlah kasus kejahatan yang menonjol di Ogan Ilir juga belum terungkap. Diantaranya penembakan penjual ayam potong di Indralaya Selatan pada Agustus 2021 lalu. Korban ditembak orang tak dikenal saat baru tiba di pasar pada pagi hari.

Akibatnya, korban bernama Dedi Kurniawan mengalami luka berat di perut dan punggung sehingga harus menjalani operasi. Tiga tahun berlalu, penyelidikan kasus tersebut tak diketahui sampai sejauh mana.

Kasus lainnya yakni kematian bayi setelah diambil sampel darah oleh seorang bidan di Desa Belanti, Kecamatan Tanjung Raja, pada Agustus 2023 lalu. Setelah rangkaian penyelidikan dan proses ekshumasi, tak ada kejelasan perkara tersebut.

Lalu ada pembunuhan seorang wanita tua bernama Masiah di Desa Tanjung Agas, Kecamatan Tanjung Raja, pada September 2023 lalu. Sejumlah saksi termasuk keluarga Masiah diperiksa polisi, namun kasusnya seperti tak berjalan dan hingga kini pelakunya belum terungkap.

Kasus kematian pria paruh baya yang mayatnya ditemukan tergantung pada awal September 2024 lalu juga belum jelas progres penyelidikannya. Korban diduga dibunuh oleh sekelompok orang dan mayatnya digantung di perkebunan wilayah Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara. (Red)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *