Tag: Bandar Lampung

  • Jelang Bulan Suci Ramadhan BNM RI Konsen Sisir Tempat-Tempat Peredaran Narkoba

    Jelang Bulan Suci Ramadhan BNM RI Konsen Sisir Tempat-Tempat Peredaran Narkoba

    Bandarlampung (SL) – Menghadapi bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba, tentunya ini saat yang dinanti umat Muslim.

    Dikarenakan, bulan Ramadhan saatnya insan nanusia yang muslim memperbaiki diri dengan cara beribadah selama satu bulan penuh, karena di bulan yang penuh rahmat ini pintu ‘ampunan’ terbuka lebar.

    “Dalam menghadapi Ramadhan ini tentunya selain kami tetap konsen dengan pencegahan peredaran narkoba di wilayah Lampung tempat lahirnya organisasi ini, Indonesia pada umumnya,” kata Ketum Brantas Narkotika dan Maksiat (BNM RI), Fauzi Malanda, Sabtu 5 Mei 2018.

    Fauzi menambahkan, pihaknya akan melakukan investigasi yang dapat diduga tempat peredaran narkoba serta tempat- tempat yang diduga dijadikan ajang maksiat terselubung.

    “Seperti salon-salon kecantikan dan tempat-tempat hiburan. Hal ini untuk masalah narkoba seperti pesan Kepala BNN beberapa waktu lalu, yang mengatakan, masyarakat atau organisasi yang konsen dengan masalah narkoba dapat menindak dan menangkap para bandar,” papar Fauzi.

    Namun kata Fauzi, untuk masalah tuntutan hukumnya diserahkan kepada institusi Kepolisian tentunya, karena polisi yang bisa melakukan penangkapan.

    Fauzi mengaku tidak sungkan dan segan-segan untuk bertindak dalam rangka menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba serta jauh dari perbuatan maksiat.

    “Siapapun itu, saya lakukan untuk siapa saja, apakah itu aparatur sipil militer maupun. Masyarakat kami akan bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan instansi dimaksud. Bila terjaring dalam investigasi kami,” ungkapnya.

    BNM RI kata Fauzi, beranggapan bahwa tempat hiburan di pekan-pekan terakhir menghadapi Ramadhan ini ditengarai sebagian pemuda untuk menggunakan kesempatan untuk hiburan mencari apakah itu di karoke maupun pub.

    “Nah, oleh sebab itu kami pastikan bandar narkoba pun akan muncul untuk menjajakan barang haram tersebut. BNM RI meminta Kepada BNNP atau Kepolisian Lampung untuk tembak saja jika bandar-bandar narkoba itu tertangkap. Dan kami juga berharap kepada para pimpinan institusi apakah itu militer, kepolisian atau ASN yang ketahuan membekingi tempat hiburan agar diproses dan berhentikan saja,” saran Fauzi.

    Ia memaparkan, mengapa dikatakan demikian, karena pada akhirnya pemilik atau pengusaha tempat hiburan tersebut dapat merasa aman, yang mungkin saja memberi kesempatan kepada para pengedar untuk menjajakan barang haram tersebut.

    “Hari Jum’at 4 Mei kemarin kami hadir di BNN Pusat dalam acara Mubes Fokan (Forum Kemasyarakatan Anti Narkoba ). Dalam amanat Deputy Kemasyarakatan berpesan, jangan takut dan sungkan, bergeraklah untuk lembaga-lembaga yang membantu pemerintah untuk berbuat dan bergerak BNN siap mendukung,” tukasnya. (Red)

  • Selain Rakata Institute, Lembga Survei SMRC dan Charta Politika Belum Terdaftar di KPU Lampung

    Selain Rakata Institute, Lembga Survei SMRC dan Charta Politika Belum Terdaftar di KPU Lampung

    Bandarlampung (SL) – Heboh ekspos hasil survei Rakata Instiute beberapa waktu lalu yang berbuntut dilaporkannya Rakata Institute ke KPU dan akan diadili oleh Dewan Etik ternyata mestinya juga menimpa lembga survei SMRC dan Charta Politika. Sebab, sama seperti Rakata Institute, dua lembaga survei itu ternyata juga belum terdaftar di KPU Lampung.

    Dibiarkannya SMRC dan Charta Politika mengekspose hasil survei sementara Rakata Insitute dikenai sanksi membuat publik Lampung mempertanyakan netralitas KPU.

    Terkait hal itu, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih mendatangi kantor KPU Lampung melaporkan lembaga survey SMRC dan Charta Politika, Sabtu (5/5/2018).

    Koordinator Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLuPB) Rakhmat Husein menilai kedua lembaga tersebut meliris hasi survenya sebelum mereka mendaftar ke KPU Lampung.

    Keduanya dalam ekspose hasil surveinya menyebutkan bahwa pasangan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri memiliki elektabilitas tertingi. Sementara Rakata Institute dalam survei terakhirnya mengekspos bahwa pasangan Arinal Djunidi-Chusnunia Chalim memiliki elektbilitas tertinggi.

    “Kami memiliki data – data di mana ke dua lembaga tersebut merilis sudah hasil surveinya, sementara mereka juga belum mendaftarkan lembaganya ke KPU Lampung.Mengapa ada lembaga survei yang dipanggil dan akan dikenai sanksi sementara dua lembaga survei ini dibiarkan saja?” ujar Husein.

    Saat mendatangi kantor KPU Lampung, KRLuPB diterima oleh komesioner KPU Lampung Tio Aliansyah di ruang kerjanya.

    Tio berjanji akan mempelajari laporan KRLuPB dan menundaklanjutinya dengan transparan.

    “Kami terima dan pelajari laporan dari teman – teman ini bersama – sama komisioner yang lain. Tidak usah khawatir kami akan pelajari sesuai dengan aturan PKPU No 8 tahun 2017. Kami terbuka dan transparan,” jelas Tio Aliansyah.

  • Kasus Underpass Unila Seno Aji Dinas PU Kota

    Kasus Underpass Unila Seno Aji Dinas PU Kota

    Bandarlampung (SL) – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan bawah atau Underpass di depan Kampus Universitas Lampung menjadi sorotan setelah ada insiden kecelakaan tunggal. Satu unit mobil Toyota Yaris warna silver metalik BE 2367 AQ ringsek setelah menabrak gorong-gorong cor (Box Culvert) yang berada di ruas jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa, Jum’at 04 Mei 2018.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indnesia (ASPEKINDO) Kota Bandarlampung, Seno Aji memberikan warning keras kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung selaku pengguna anggaran yang dianggap tidak melakukan pengawasan terhadap kontraktor pelaksana Proyek Underpass  “seharusnya pihak PU memperketat pengawasan proyek Underpass, dari segi keamanan pengguna jalan maupun keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebab lokasi proyek tersebut merupakan traffic padat lalu lintas dan merupakan jalan utama” tuturnya.

    Minimnya rambu-rambu proyek dan kurangnya managemen keselamatan kerja ini akibat Pihak Dinas PU Kota Bandarlampung bersama Kontraktor pelaksana meremehkan aturan hukum yang telah diatur khusunya dalam UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dimana di dalam UU tersebut memuat seluruh tentang ketenagakerjaan termasuk keselamatan dan kesehatan kerja. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014 tentang pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) konstruksi bidang pekerjaan umum. Peraturan Menteri Tenaga Kerja N0.1/Men/1980 tentang keselamatan dan kesehatan kerja dibidang konstruksi bangunan dan keputusan bersama menteri pekerjaan umum dan menteri tenaga kerja No.Kep.174/MEN/1986-104/KPTS/1986 tentang pedoman keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

    Dinas PU seharusnya memerintahkan kontraktor pelaksana untuk membuat managemen keselamatan kerja dilingkungan proyek dengan melibatkan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk mengatur padatnya arus lalulintas disekitar lokasi proyek. Seno Aji menambahkan “ditakutkan hasil kualitas proyek asal jadi jika dinilai managemen keselamatan kerja saja minim, rambu-rambu proyek kurang, jelas mengabaikan keselamatan pengguna jalan dan keselamatan tenaga kerja apalagi proyek nilai milyaran rupiah, ASPEKINDO Bandarlampung akan terus mengawal jalanya proyek Underpass Unila hingga Selesai” ujar Seno Aji.

  • Putra Ramadhan Tuding Pertahana Merusak Demokrasi

    Putra Ramadhan Tuding Pertahana Merusak Demokrasi

    Bandarlampung (SL) – Koordinator Front Rakyat Untuk Pilkada Bersih, Putra Ramadhan, SIP mengatakan kasus dugaan penggalan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dilakukan kandidat Calon Gubernur Pertahana M Ridho Fichardo, sebelum dan sesudah masuk masa kampanye di Pilgub Lampung 2018 adalah bentuk kejahatan dan pembunuhan terhadap demokrasi.

    “Hasil dari Pilkada Lampung terancam cacat sebelum pencoblosan. Ibaratnya Pilkada ini adalah ibu yang sedang mengandung bayi demokrasi. Sudah dirusak, sehingga setelah coblosan, bayi demokrasi akan lahir cacat,” Kata Putra Ramadhan, kepada pers di Bandar Lampung, Jumat (4/5).

    Putra menyebutkan keterlibatan staff KPUD itu bukan kecurangan yang pertama kali yang dilakukan cagub Ridho Ficardo, yang dilaporkan ke Bawaslu, KPUD dan Gakumdu. “Namun semua laporan tidak ditindak lanjuti atau dihentikan, walaupun sudah ada bukti-bukti kuat terjadinya kecurangan,” kata Putra, yang juga Sekjen Satma PP (Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila) Provinsi Lampung ini.

    Putra  memaparkan beberapa kasus sebelumnya yang tidak ditindak lanjuti seperti pembagian beras raskin, mobilisasi PNS dengan menggunakan kekuasaan, sampai pemanfaatan APBD dalam kampanye ilegal, dan semua itu dilakukan oleh Ridho Ficardo sejak sebelum sampai sesudah masa kampanye.

    “Semua sudah pernah dilaporkan tapi kasus dihentikan dengan berbagai alasan demi melindungi kepentingan petahana,” kata Ketua Bidang PTKP (Perguruan Tinggi dan Kepemudaan, HMI Lampung ini.

    Untuk itu Putra Ramadhan menyerukan pada seluruh rakyat Lampung untuk tidak diam dan bersatu dalam Front Rakyat Untuk Pilkada Bersih, untuk mulai mengawal, mengumpulkan bukti kecurangan, menyiapkan laporan yang akan dipakai nanti dalam gugatan Mahkamah Konstitusi. “Hanya bila rakyat sadar, bangkit dan bergerak sadar, maka bayi demokrasi lewat Pilkada ini bisa diselamatkan dari kejahatan yang dilakukan secara terencana dan sistimatis,” tegas Putra Ramadhan.

    Dia percaya bahwa KPUD, Bawaslu dan Gakumdu akan terus mengawal dan menyelamatkan petahana Cagub Ridho Ficardo sampai pencoblosan dan penghitungan suara. “Demokrasi yang dihasilkan dalam Pilkada Lampung pasti cacat. Kalau sudah begini, pertarungannya nanti di Mahkamah Konstitusi yang akan menjadi hakim dari Pilkada Lampung,” kata anggota BPD  HIPMI Lampung.

    Staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung berbuat tidak netral untuk kemenangan Pilkada 2018 salah satu calon. Dalam sebuah kegiatan olahraga bulutangkis, beberapa staff KPU mengenakan kostum kaos hitam bertuliskan BE 1 MRF (Mohammad Ridho Ficardo). Hal ini terlihat dalam sebuah dokumentasi foto 4 orang, 2 diantaranya adalah staff KPU Lampung dan Bandar Lampung.

    Dalam dokumentasi foto itu ada oknum Komisioner KPID, anggota Panwascam Lampung Selatan, Qistosi dari KPU Kota Bandar Lampung dan Jaka Pramana dari KPU Provinsi Lampung dengan menggunakan kaos bertuliskan BE 1 MRF, tanggal 10 Februari 2018 lalu. (rel/nt)

  • Provinsi Lampung Optimis Masuk 10 Besar Peringkat Daya Saing Nasional

    Provinsi Lampung Optimis Masuk 10 Besar Peringkat Daya Saing Nasional

    Bandarlampung (SL) – Pemerintah Provinsi Lampung optimistis akan masuk 10 besar peringkat daya saing nasional menyusul terus ditingkatkannya potensi unggulan daerah. Hal tersebut diungkapkan Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat saat mewakili Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno dalam Seminar Peningkatan Daya Saing Provinsi Lampung melalui Pemanfaatan Potensi Unggulan Daerah, di Gedung Bank Indonesia (BI) Wilayah Lampung, Kamis (3/5/2018).

    Seminar yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung ini sengaja difokuskan pada tema daya saing daerah karena Lampung melakukan banyak terobosan untuk meningkatkan daya saing itu. “Ini artinya, bahwa kemampuan daya saing suatu daerah erat kaitannya dengan kemampuan daerah mengelola potensi yang dimiliki untuk memperoleh nilai tambah atas produk-produk unggulannya, baik itu sumber daya alam, sumber daya manusia maupun potensi-potensi yang dimiliki lainnya,” kata Taufik.

    Ia mengatakan daya saing daerah juga akan menarik investor untuk melakukan aktivitas pada daerah tersebut, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memacu perputaran roda pembangunan.

    Menurut Taufik, jika peningkatan daya saing merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, BUMN/BUMD, lembaga/organisasi non profit dan juga masyarakat. Kontribusi pihak-pihak tersebut, baik pemikiran maupun implementasi program menjadi daya dorong agar daya saing meningkat. “Kita tidak bisa hanya menjadi penonton sementara yang lain bekerja. Sebab, perputaran roda pembangunan tidak akan berjalan tanpa ada kontribusi semua pihak, baik berupa pemikiran maupun implementasi program,” ungkapnya.

    Taufik menuturkan jika peringkat daya saing Provinsi Lampung selama tiga tahun terakhir ini selalu menujukan progres yang positif. Pada tahun 2015, peringkat daya saing Provinsi Lampung berada di posisi 25, tetapi pada tahun 2017 peringkat naik hingga level 14 dan pada tahun 2018 Asian Competitiveness Institute (ACI) merilis jika daya saing Provinsi Lampung telah mencapai posisi ke 11. Pemprov Lampung melalui Balitbangda telah membangun kerjasama dengan ACI untuk mendukung pencapaian daya saing Provinsi Lampung, dengan dengan 100 indikator yang menjadi acuan riset.

    Sementara itu, Deputi Direktur Asian Competitiveness Institute (ACI) National University of Singapore Mulya Amri dalam paparannya mengatakan konsepsi daya saing dilihat dari empat indikator yakni Stabilitas Ekonomi Makro (SEM), Pemerintah & Institusi Publik (PIP), Kondisi Finansial, Bisnis & Tenaga Kerja (KBFT) dan Kualitas Hidup dan Perkembangan Infrastruktur (KHPI).

    Ia mengatakan, jika pengukuran daya saing yang dilakukan oleh ACI dapat digunakan sebagai rekomendasi berupa indikator-indikator pembangunan serta target-targetnya untuk RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024. “Juga untuk untuk mengetahui posisi daya saing Lampung terhadap Provinsi lain di Indonesia serta menjadi acuan bagi investor untuk melakukan Investasi,” tukasnya. (Humas Prov).

  • TKIT Pelita Khoirul Ummah Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa

    TKIT Pelita Khoirul Ummah Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa

    Bandarlampung (SL) – Yayasan Taman Kanak-kanak Islam terpadu, Pelita Khoirul Ummah (Pelitaku) menggelar pentas seni dan pelepasan siswa tahun ajaran 2017-2018, Kamis (3/5/2018). Berbagai macam tarian serta hafalan surat serta hadist dibawakan oleh para siswa menuju jenjang sekolah dasar.

    Dengan menggunakan berbagai kostum, siswa-siswi Yayasan TKIT Pelita Khoirul Ummah tampak lincah menampilkan berbagai tarian. Selain itu para siswa fasih menyampaikan hapalan surat Al Quran dan Hadist yang selama ini didapat selama menempuh pendidikan di TK IT Pelita Khoirul Ummah.

    Ira Virzani, salah seorang Wali Siswa mengaku senang dengan perkembangan anaknya terutama dalam hafalan Alqur’an dan Hadist. Dirinya berharap dengan pelepasan siswa ke depan para siswa bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia. “Bangga sekali dengan anak saya yang banyak perubahan, lebih santun terutama hafalannya, tambah bagus nanti lanjut ke Sekolah Dasarnya” ungkap Ira dengan wajah berseri-seri.

    Sementara itu Ketua Yayasan Islam terpadu Pelita Khoirul Ummah, Agus Mulyadi menjelaskan bila Yayasan akan lebih fokus kepada pendidikan keagamaan. “Ilmu dasar agama wajib diberikan kepada anak-anak dari tingkat Taman Kanak-kanak, kami dari pihak Yayasan akan selalu terus meningkatkan kualitas dari yang sekarang,” ujarnya.
    Agus Mulyadi mengatakan pentas seni tersebut merupakan unjuk kemampuan siswa selama menempuh pendidikan di TK IT Pelita Khoirul Ummah. “Ya ini sebagian dari penampilan kemampuan siswa selama belajar di TK IT ini ” terang Agus Mulyadi.

    Sebagai Ketua Yayasan terpadu Pelita Khoirul Ummah dirinya berharap siswa-siswi tidak hanya mengamalkan ilmu agama di sekolah saja, namun juga di kehidupan sehari-hari. Termasuk nantinya saat siswa melanjutkan menempuh pendidikan yang lebih tinggi sekolah dasar. InsyaAllah siswa yang tamat dari TK Pelita Khoirul Ummah bisa menghapalkan 10 surat dari juz 30, dan 10 hadist,” kata Agus. (YPEL)

  • Bos Rakata Institute Mangkir Sidang Dewan Etik KPU

    Bos Rakata Institute Mangkir Sidang Dewan Etik KPU

    Bandarlampung (SL) – Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto mangkir dalam sidang dewan etik lembaga survey Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ironisnya Eko malah melawan dewan etik dengan melaporkan KPU ke Dewan Kehormatan Penyelengaraan Pemilu (DKPP).

    Alhasil, sidang dewan etik yang rencananya akan dipimpin langsung oleh Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono didampingi Anggota Dewan Etik Wan Abbas Zakaria, Mustofa Usman, dan Robi Cahyadi K, batal terlaksana. Tak pelak sidang pun diundur, 8 Mei 2018 mendatang.

    “Sidang dewan etik ini tindak lanjut dari laporan masyarakat. Terlapor tidak hadir maka sidang ditunda sampai sidang berikutnya,” kata Nanang, kantor KPU Provinsi Lampung, Rabu (2/5/2018).

    Nanang menjelaskan, ketidak hadiran yang bersangkutan sebagai terlapor dalam sidag kode etik itu, karena Eko melapor balik KPU ke DKPP. Bedasarkan surat yang dikirimkan terlapor ke sekertariat KPU.

    “Sesuai dengan nomor surat nomor 17/SP/LI-LPG/V/2018 satu lembar, terkait tidak bisa hadir dalam sidang dewan etik hari ini. Dia juga menyertakan form pengaduan DKPP terkait pengaduan terhadap pelangaran kode etik penyelengara pemilu,” tutur Nanang.

    Sementara itu, Hermawan kordinator presidium Japri sebagai pelapor Rakata Institute di Dewan Etik sangat menyayangkan ketidak hadiran Eko Kuswanto dalam persidangan . Ia menilai, ketidak hadiran dosen UIN Raden Intan Bandar Lampung ini mengindikasikan bahwa pihak rakata tidak mau terselengaranya Pilgub Lampung yang berjalan damai.

    “Kalau memang merasa tidak bersalah, seharusnya hadir dong dalam persidangan dewan etik ini. Bukan malah melaporkan balik KPU ke DKPP, ini kan indikasi bahwa terlapor ingin memperpanjang masalah,” katanya.

    Dia berharap agar terlapor, Eko Kuswanto dapat hadir dalam persidangan selanjutnya. Sehingga dewan etik bisa mengambil keputusan. Sebab kita ingin Pilkada Lampung ini berjalan damai, kondisif dan tidak gaduh.

    “Jadi kedepannya, kita ingin pilkada ini berjalan dengan damai, sebagai mana nawacita yang penyelengara pemilu. Pilgub damai dapat terwujud. ” katanya. (rel/nt/wa)

  • Mendiknas  : Hardiknas Sebagai Momentum Evaluasi Pendidikan dan Kebudayaan

    Mendiknas : Hardiknas Sebagai Momentum Evaluasi Pendidikan dan Kebudayaan

    Bandarlampung (SL) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy mengatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2018 adalah momentum merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan, yang tercermin dari praktik pendidikan Ki Hajar Dewantara.

    Selain itu, dalam pengembangan pendidikan akan ditekankan pada 3T (Tripusat) yaitu prioritas pendidikan di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal di Indonesia. Hal tersebut tertuang dalam sambutan Mendiknas yang dibacakan oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis, dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018, Rabu (2/5/2018) di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung.

    Mendiknas dalam peringatan yang mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” tersebut mengajak merenungkan kembali apa yang telah dikerjakan di bidang pendidikan. Kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah kedepan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan, ujar Mendiknas seperti diungkapkan Hamartoni.

    Hamartoni mengakui belum semua wilayah tersentuh pembangunan infrastruktur yang menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan. Oleh karena itu, pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut dapat terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan, ujarnya.

    Mendiknas mengatakan, dalam upaya perbaikan pendidikan diperlukan pula peran serta guru, orang tua dan masyarakat dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak Indonesia. Tripusat pendidikan itu harus secara stimulan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran , kerja keras, gotong royong dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan rakyat, katanya.

    Dalam pesan tersebut, Muhajir mengajak semua pihak bergandengan tangan, bahu membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan. Pendidkan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik formal, nonformal maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut, katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi Lampung Sulpakar mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Tahun 2017 lalu kita alokasikan dana untuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan Rp54 miliar. Tahun ini, dana tersebut dilipatkan gandakan hingga 300 kali lipat menjadi Rp193 milyar. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemprov Lampung pada dunia pendidikan, ujarnya usai upacara. Ia mengatakan, upaya penguatan pendidikan bukan hanya dilakukan dengan membangun sarana dan prasarana pendidikan tapi juga perluasan akses pendidikan terutama didaerah terpencil, dengan mendirikan beberapa unit sekolah baru dalam waktu yang cepat.

    Disamping itu, Pemprov Lampung juga melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru juga kepala sekolah. Peningkatan kompetensi guru diantara melalui diklat dan bimtek yang sudah diprogramkan, bahkan untuk calon kepala sekolah pun pembiayaannya sudah dilakukan oleh Pemprov Lampung, ungkapnya.

    Sulpakar berharap adanya partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat dalam memperbaiki mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan, tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah dan guru saja tetapi orangtua murid dan masyarakat harus memupnyai andil yang besar terhadap kemajuan pendidikan. Pungkasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis juga menyerahkan piala kepada perwakilan para pemenang Terbaik I Lomba Sekolah Sehat Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (LSS-UKS/M) Tingkat Provinsi Lampung kepada TK Ekadyasa Branti Natar, SDN 02 Makartitama Gedung Aji Baru, SMPN 4 Metro dan SMK Muhammadiyah Gisting Tanggamus. (Humas Prov)

  • Inflasi NTP Provinsi Lampung 0,13%

    Inflasi NTP Provinsi Lampung 0,13%

    Bandarlampung (SL) – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung mengalami kenaikan 0,13% atau sebesar 105,83 pada April 2018 bila dibandingkan dengan Maret 2018 yang sebesar 105,70. Kenaikan tersebut berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 12 Kabupaten di Provinsi Lampung.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum saat Jumpa Pers Berita Resmi Statistik, di Ruang Video Conference Lantai 3, BPS Provinsi Lampung, Rabu (2/5/2018).

    Yeane mengatakan untuk masing-masing NTP subsektor, beberapa yang mengalami peningkatan diantaranya, Tanaman Pangan (NTP-P) 114,10 atau naik 0,58%, Hortikultura (NTP-H) 95,11 atau naik 1,18%, Peternakan (NTP-Pt) 114,92 atau naik 0,06%, dan Perikanan Budidaya 94,21 atau naik 0,67%.

    “Pada April 2018, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan budidaya seperti pada komoditas ketela pohon/ubi kayu, beberapa jenis sayuran, buah unggas, dan beberapa jenis ikan budidaya,” ujarnya.

    Sementara itu, di sektor lain, seperti manufaktur terjadi peningkatan. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Provinsi Lampung Triwulan I Tahun 2018, menurut Yeane pada Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (y-on-y) Provinsi Lampung pada triwulan I tahun 2018 meningkat dari triwulan yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 5,53%.

    “Hal ini memperlihatkan bahwa produksi di triwulan I tahun 2018 di sektor industri lebih besar dari triwulan yang sama tahun 2017,” ujarnya.

    Pada Produksi lndustri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to-q) Provinsi Lampung, lanjutnya, pada triwulan l tahun 2018 menunjukkan peningkatan sebesar 1,68% dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2017.

    Yeane juga menyampaikan pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Bandar Lampung selama Maret 2018, mencapai posisi 60,86% atau naik 8,88 poin dibandingkan Februari 2018 yang tercatat 51,98%.

    Untuk jumlah tamu selama Maret 2018 yang menginap di hotel bintang dan akomodasinya bila digabungkan mencapai 69.525 orang yang terdiri dari 196 tamu asing dan 69.329 tamu domestik.

    “Kondisi ini mengalami kenaikan sebanyak 7.912 orang (12,84%) dibandingkan Februari 2018 yang tercatat 61.613 orang,” ujarnya.

    Lalu, pada Perkembangan Transportasi pada Maret 2018, untuk jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Kereta Api Tanjung Karang Lampung pada Maret 2018 sebanyak 68.778 orang, atau naik sebesar 12,26% bila dibandingkan Februari 2018 yaitu sebanyak 61.265 orang.

    “Bila dibandingkan tahun lalu yaitu bulan Maret 2017 juga mengalami kenaikan yaitu sebesar 26,02%,” katanya.

    Jumlah penumpang kapal ferry yang berangkat melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung pada Maret 2018 sebanyak 101.448 orang, naik sebesar 8,49% jika dibandingkan Februari 2018 yaitu sebesar 93.508 orang.

    Begitu juga dengan Penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Raden Inten ll pada
    Maret 2018 sebanyak 117.545 orang, naik sebesar 10,19% jika dibandingkan Februari 2018 sebanyak 106.672 orang. (Humas Prov)

  • Kafilah Lampung Barat Juara III MTQ Ke-46 Provinsi Lampung

    Kafilah Lampung Barat Juara III MTQ Ke-46 Provinsi Lampung

    Bandarlampung (SL) – Kabar menggembirakan datang dari Kafilah Lampung Barat yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tingkat Provinsi Lampung meraih juara umum Ke III, MTQ yang diselenggarakan sejak tanggal 26 April sampai dengan 1 Mei 2018 ini diikuti 15 kafilah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dengan jumlah peserta musabaqah sebanyak 627 orang.

    Nampaknya Kafilah dari bumi skala Brak dapat bersaing hal ini dibuktikanya dengan perolehan prestasi-prestasi katagori tentunya membangkan Rakyat Lampung barat.

    Kabar gembira ini diungkapkan Oleh Ketua Rombongan Kafilah LPTQ Lampung Barat HM Danang Hari Suseno S. Ag,MH jika Perolehan Prestasi didapat dari juara 1 ( cabang tilawah Qiro’ah PA, cabang tahfidz 5 juz PI dan cabang kaligrafi),Juara II ( tilawah dewasa PA, Remaja PI, tahfidz 10 juz PI, cabang Maqalah dan kaligrafi ) Juara III cabang kaligrafi PA dan MMQ PA.

    “Alhamdulillah apa yang diamanahkah dari oleh ketua LPTQ untuk meraih juara ke III Umum bisa
    terpenuhi,” katanya.

    Hi Danang yang juga menjabat Kabag Kesra menambahkan bahwa Lampung Barat pada even tahun ini
    MTQ Tinggkat Provinsi Lampung telah mengirimkan peserta dan official sebanyak 80 orang kafilah.

    Tahun 2018 pelaksanaan MTQ penuh dengan kesederhanaan, akan tetapi walaupun dengan kesederhanaan baik Anggaran maupun fasilitas dan Pelayanan yg diberikan, kita mampu menjawab
    tantangan yg diberikan.

    “Ya terimakasih kepada para pembina,pelatih dan peserta yang telah berjuang mewujudkan cita-cita kita bersama, kebersamaan, keuletan dan serta jerih payah lunas terbayarkan dengan perolehan Juara Umum ke III ini,” ucapnya.

    Sementara ketua LPTQ Provinsi Lampung Suhaili menyampaikan bahwa MTQ Kali ini telah menghasilkan qori-qori’ah, hafidz/hafidah mufassir/mufas-sirah, regu-regu fahmil qur’an, grup-grup syarhil qur’an, khottot/khottotoh Al-Qur’an dan penulis-penulis makalah al-Qur’an terbaik yang akan menjadi duta-duta Provinsi Lampung pada event MTQ Nasional di Kota Medan Mendatang.

    “Melalui MTQ ini kita akan memacu untuk semakin mencintai Al-Quran, membudayakan literasi Al-
    Qur’an, dan mengaplikasikan nilai-nilai Iuhur ajarannya dalam kehidupan sehari-hari dalam
    bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Suhaili.

    Pelaksanaan MTQ 2018 ini diharapkan mampu menjadi wahana dalam memacu pengembangan tilawah, hapalan serta pendalaman isi Al-qur’an dalam kehidupan sehari hari dan menjadi kebutugan bagi setiap muslim. (agus salim)