Tag: Pasien Covid-19 meninggal

  • Akibat Pandemi Covid-19, Ada 115 Pasien Meninggal Dunia di Kabupaten Mesuji

    Akibat Pandemi Covid-19, Ada 115 Pasien Meninggal Dunia di Kabupaten Mesuji

    Mesuji (SL) – Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji telah memakaman sebanyak 115 korban yang diduga meninggal karena terpapar virus covid-19 selama pandemi melanda Indonesia.

    Data tersebut berdasarkan data pemakaman korban covid-19 di lapangan. Proses pemakaman juga telah dilakukan dengan prosedur covid-19.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji Sunardi Sukau, S.E mengatakan sebanyak 115 korban yang meninggal diduga terpapar covid-19. Adapun dari 115 korban tersebut dimakamkan secara covid-19 berdasarkan diagnosa dari rumah sakit ataupun surat dari puskesmas yang ada di Kabupaten Mesuji.

    Menurut Sunardi proses pemakaman yang dilakukan sesuai prosedur covid-19, juga harus ada surat permohonan dari puskesmas ataupun rumah sakit. Hal tersebut dilakukan sebagai syarat pemakaman protokol kesehatan.

    “Sebelum dimakamkan secara protokol covid-19, 115 korban tersebut memang memiliki riwayat pernah berobat, dan pernah dilakukan swab antigen, dan hasilnya positif sehingga dilakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan,” Sunardi.

    Sunardi juga mengatakan tidak hanya surat permohonan dari rumah sakit dan puskesmas saja, tetapi harus ada surat pernyataan dari keluarga, bahwa keluarga bersedia korban dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

    “Banyak juga warga yang mengamuk pada saat korban yang meninggal akan dimakamkan secara SOP Covid-19, tetapi kamu berusaha menjelaskan bahayanya kepada keluarga, sehingga sedikit alot untuk membujuk agar keluarga mau mengikuti prosedur pemakaman Covid-19”, ujar Sunardi.(AAN.S)

  • Lagi Pasien Covid-19 di Kota Metro Meninggal Dunia

    Lagi Pasien Covid-19 di Kota Metro Meninggal Dunia

    Kota Metro (SL)-Satu pasien positif Covid-19 Kota Metro meninggal dunia setelah tiga hari menjalani perawatan di RDUD Ahmad Yani. Sementara satu pasien kembali terkonfirmasi dan delapan pasien yang telah selesai melakukan isolasi mandiri.

    Penjabat (Pj) Sekda Kota Metro, Misnan yang juga juru bicara satgas Covid-19 di Kota Metro mengatakan, korban meninggal dunia pasien nomor 254, inisial SS laki-laki, usia 64 tahun warga Metro Pusat. Pasien dimakamkan di TPU Rejomulyo, Metro Selatan.

    Dia menjelaskan, kronologis pasien 254 memiliki riwayat sakit Diabetes Melitus (DM). Pada 29 Desember 2020 dirujuk ke RSUD Ahmad Yani karena mengalami muntah darah. Kemudian dilakukan rapid tes dengan hasil reaktif.

    “Pada 31 Desember 2020 lalu, dilakukan tes swab dengan hasil TCM positif. Kemudian 1 Januari mulai dirawat dan melakukan isolasi di RSUD Ahmad Yani. Pada Minggu 3 Januari 2021 sekira pukul 18.35 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” kata dia, Senin, 04 Januari 2020.

    Pada proses pemakaman pasien tersebut telah dilakukan sesuai dengan prosedur pemakaman Covid-19 baik terbuka maupun tertutup oleh personil Polri, TNI, Petugas Kesehatan, BNPB, Damkar, dan Satpol PP. Kemudian untuk delapan pasien positif Covid-19 Kota Metro dinyatakan sembuh, sementara satu warga kembali menambah daftar kasus terkonfirmasi. Pasien yang dinyatakan sembuh setelah melalui proses isolasi dan uji swab yang hasilnya negatif.

    “Delapan sembuh itu pasien inisal AS, YAAP, H, STKS, AG, HK, SAP, dan TK. Mereka semua telah melalui uji swab yang hasilnya negatif dan diperbolehkan kembali beraktivitas normal tapi tetap meningkuti protokol kesehatan,” kata dia.

    Sementara untuk penambahan satu pasien yaitu pasien 279 inisial W, laki-laki usia 53 Tahun asal Banjarsari, Metro Utara. Dengan kronologis, pada awal Desember sempat dirawat di RS karena sakit. “Kemudian pulang karena kondisi membaik. Tanggal 3 Januari sekitar pukul 17.00 WIB, pasien dibawa ke UGD RS lagi dengan keluhan muntah darah. Kemudian dirapid dengan hasil reaktif. Lalu diswab hasilnya positif,” imbuhnya.

    Diketahui, saat ini pasien menjalani perawatan di RS. Gugus Tugas mengimbau dengan terus bertambahnya kasus positif, masyarakat selalu menaati protokol kesehatan dan imbauan pemerintah terkait tidak mengadakan acara yang berpotensi mengumpulkan orang hingga 11 Januari. (Roby/Tama)